MENGEJAR MIMPI

MENGEJAR MIMPI


Biarlah hujan dirimba pengembaraan
Membasahi seluruh tubuh
Agar pupus dahaga dan letih
Berganti panas dingin disekujur tubuh
Disaat senja usia kini

Tubuh rentah menggapai mimpi
Yang kupanjat bah pohon pinang di 17 agustus
Terpelincir dan terkilir kebawah dasar waktu
Sementara
Mimpi menari-nari bah putri dikampas hayal
Dengan  musiknya nyayian keputus asaan
Dan tawa riang seakan ingin menelanjagi ..

Ku tertunduk malu
Karena tiada guna untuk melawan
Selain bermohon pasrah kepada yang kuasa
Pemilik segala yang ada

Tuhan
Beri aku kekuatan
Bismillah
Aku Bangkit mengejar Mimpi.



Barru, 14 April 2016 

Pantomim yang dinyatakan Juara1 PLS2N Di Barru (Bagaimana Pendapat anda..???)


PANTOMIM SDI PADAELO BARRU


CINTA DAN JALANNYA

CINTA DAN JALANNYA


Bicaralah cinta
Pada badai yang bergemuruh
Pada padang yang tandus
Pada tebing yang cadas
Pada apa saja yang ada
Lalu simpulah serumpun beragam warna bunga
Untuk persembahan kepada sang kekasih

Namun
Bukan cinta yang  dicari
Dengan menabur duri diatas jalan panjang ini
Berharap ia datang dengan terluka
Agar engkau bisa jadi pahlawan

Bukan cinta yang  dicari
Dengan campuran racun di minuman yang dihidangkan
Berharap ia tergekapar
Lalu engkau memeluknya dengan sepenuh rasa

Bukan cinta yang dicari
Dengan cara ini
Bukan
Bukan

Biarkan cinta menemui jalannya
Seperti air mengalir
Melintasi bebatuan dan rimbunan gelap
Untuk sampai ketelaga bening yang didamba.


Barru, 14 April 2016


SENANDUNG RINDU

SENANDUNG RINDU


Lantunan senandung rindu
Mendayu di batas senja
Hingga malam redupkan cahaya mentari
Bergemah hidupkan gairah juang
Nyalakan lampu lentera hati yang mulai padam
Sampai jelaslah yang buram
Dan berbeda segala yang tersamar

Ku ingin senandung membahana di setiap jengkal tanah
Agar tiada sesat jalan yang dituju
Aral juang tiada penghalang
Kemilau intan permata tiada menutup pandangan

Wahai senandung rindu
Aku ingin menjadi Musa  
Meninggalkan  istana Fir’aun
Lalu mengembara mencari cinta
Membela lautan dan berlari menuju kehidupan baru

Wahai senandung rindu
Aku ingin menjadi  Bilal.
Walau  menahan sesak di atas himpitan batu
Di atas terik zaman yang menyayat hati
Demi keyakinan yang ahad

Wahai senandung rindu
Aku ingin menjadi Amar
Dengan keyakinan yang teguh
Mengantarkan ayah dan ibu keperaduan terindah
Walau melalui penguasa berlumur darah

Wahai senandung rindu
Aku ingin jadi perindu
Dalam setiap nafas
Kurindu berakhir diatas perjuangan
Dengan pengabdian cinta


Barru, 1 Maret 2016