ADAB BERPAKAIAN

ADAB BERPAKAIAN
إن الحمد لله نحمده ونستعينه ونستهديه ونستغفره , ونعوذ بالله من شرور أنفسنا وسيئات أعمالنا , من يهده الله فلا مضل له ومن يضلل فلا هادي له , وأشهد أن لا  إله الله وحده لا شريك له , وأشهد أن محمداً عبده ورسوله
Segala puji hanya kepada Allah SWT, yang telah menciptakan manusia dengan sebaik-baik bentuk, serta menjadikan Islam sebagai risalah yang syamil (sempurna) keselamatan dunia dan akhirat. Salawat serta salam kita kirimkan kepada junjungan kita Nabiyullah Muhammad SAW, yang membimbing kita menuju cahaya kebenaran Islam.

Allah berfirman dalam Al-qur’an (QS. 7: 26)
ûÓÍ_t6»tƒ tPyŠ#uä ô‰s% $uZø9t“Rr& ö/ä3ø‹n=tæ $U™$t7Ï9 “Í‘ºuqムöNä3Ï?ºuäöqy™ $W±„Í‘ur ( â¨$t7Ï9ur 3“uqø)­G9$# y7Ï9ºsŒ ׎öyz 4 šÏ9ºsŒ ô`ÏB ÏM»tƒ#uä «!$# óOßg¯=yès9 tbr㍩.¤‹tƒ ÇËÏÈ
26.  Hai anak Adam[530], Sesungguhnya kami Telah menurunkan kepadamu Pakaian untuk menutup auratmu dan Pakaian indah untuk perhiasan. dan Pakaian takwa[531] Itulah yang paling baik. yang demikian itu adalah sebahagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, Mudah-mudahan mereka selalu ingat.

Kaum Muslimin yang dirahmati Allah SWT
Mestinya kita manusia bila ingin mendapatkan kemulian serta kebahagian maka haruslah ketaatan terhadap maha pencipta menjadi utama. Karena Dia-lah yang maha mengetahui tentang kebutuhan serta antisipasinya dalam pemenuhan atas kebutuhan itu.
 Pada hal berpakaian, bukan hanya sekedar untuk tampil baik dan modis, tapi hendaknya memenuhi standar ke Taqwaan kepada sang khaliq.
Karena pakaian yang baik adalah memenuhi peruntukannya. Yaitu melindungi tubuh kita dari hal-hal yang dapat merusak penampilan dan mempertontonkan borok-borok dan celah kita serta tidak menimbulkan penyakit hati dan mengumbar syahwat dari orang yang memandangnya, dalam pengertian ‘ berpakaian- namun nampak telanjang’. Karena padanya nampak lekuk tubuh dan transparan anggota tubuh yang sesumgguhnya haram untuk nampak dari padanya.
Bukankah salah satu fungsi pakaian adalah menutup aurat? Dan aurat untul laki-laki sebagaimana di syaratkan dalam hadits rasulullah adalah pusar sampai lutut. Sementara wanita semuanya aurat kecuali muka dan telapak tangan.

Sejatinya seorang wanita tidaklah mereka dapat keluar rumah dengan pakaian yang terbuka dengan celana di atas lutut ketat ataupun longgar serta baju yang transparan dengan lengan pendek lalu ridak menggunakan kerudung yang menutup sampai dada (Baca QS. An-Nur (24): 31)
Sungguh celaka mereka yang melanggar aturan Allah dan menjadikan hukum Allah sebagai senda gurau, mereka mengira bahwa apa yang mereka lakukan tidak mendapatkan pertanggung jawaban di sisi Allah SWT.

Dengan alasan model mereka berlomba-lomba meniru fashion yang merusak tatanan islam, serta menjadikan agama sebagai hotel tempat mereka ginap sementara, nanti mereka butuh baru meraka berislam,  ketika mereka di landa duka baru mereka berzikir, shalat, umrah dan lain-lain. Sunggu bukan cara beragama yang di ingikan Allah .
Marilah kita menjalankan agama serta berpakaian secara islami dengan penuh ketaatan.
Akhirnya;             kalaulah anda merajut kalimat
                                Kata disusun dengan rapinya
                                Kalaulah anda mau selamat
                                Pakailah pakaian takwa jalannya
úc 4 ÉOn=s)ø9$#ur $tBur tbrãäÜó¡o„ ÇÊÈ

Wassalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh                       

KILAS BALIK “ MENATAP WAJAH BARU”

KILAS BALIK “ MENATAP WAJAH BARU”
(Sebuah catatan dari pementasan Sanggar Colliq Pujie sebagai pentas perdana bagi anak2 yang baru di-Worshop)

Mengawali tulisan ini kami persembahkan, tentu kami tidak dapat mengelak dari sebuah penilain subyektif , sebagaiman lazimnya salahseorang pencetus  Sanggar Seni Colliq Pujie  (CP)dan bersama pengurus sekarang perna bersama-sama dalam produksi teater dan musik di kab. Barru.

Pemantasan yang bertajuk menatap wajah baru memang memberi aroma yang kental bagi penonton akan sebuah pertunjukan yang sesungguhnya dan  pernah di lakukan oleh Sanggar Seni KOREK 45 Barru, Baik dari desain luar yang diawali dengan pameran lukisan hingga dengan pola duduk lesehan, demikian juga komposisi  panggung  yang konek dengan pemain musik yang seluruh pertunjukan tidak lepas dengan arensemen musik ( Musik hidup).

Penulis tidak tahu persis ada berapa agenda acara yang terlewatkan, namun harus diakui bahwa tingkat partisipasi insan seni yang ada di CP relatif berkembang dengan Tampilan Tari 4 etnis yang dipadu dengan lagu-lagu daerah yang dimainkan. Dalam tari ini kami menilai murni sebagai tari kreasi yang lebih menonjolkan keserasian gerak dengan ciri khas 4 etnis ( Bugis, Mandar, Makassar dan Tator) yang dapat dibaca sebagai ajakan untuk menciptakan keserasian dalam hidup dengan bekerja sama untuk membagun sulawesi selatan. (walau diawali dengan prolog tentang Mandar sebagai etnis yang sudah berpisa dengan Sul-Sel, namun jiwanya masi senantiasa melekat di hati masyarakat).

Namun Pertunjukan Drama yang berjudul ‘ CINTA DUNIA AKHIRAT’ maka kita disajikan dengan alur yang sangat mentah (Mudah ditebak ending dari dramanya), ungkpan-ungkapan yang tidak multi tafsir layaknya bahasa hukum, sehingga kegelian acapkali menghinggapi kita dalam menyaksikan. Demikian juga adegan-adegan yang diramu oleh sang sutra dara acapkali menabrak realitas etika dan agama.

Diawali dengan adegan pasangan muda -mudi yang mesra berjalan sambil menunjuk  kiri dan kanan lalu berjanji setia untuk menikah dengan persediaan bongkahan batu, lalu out stake lampu sedikit redup dan muncul sosok berpeci sendirian yang duduk di tengah panggung, tak lama kemudian datanglah sepasang muda-mudi yang lansung adegan ijab khabul lalu out stake.
Maka penilaian penulis menvisualkan ijab khabul dengan cara seperti di atas mengambarkan perkawinan siri( Kawin lari) atau nikah ala Muth’ah yang jauh dari konsepsi syariah, walau kita sadari bahwa ini sebuah karya seni, namun karya seni yang bercerita tentang sebuah syariah perkawinan maka tentu tetaplah menghargai azas agama yang dijunjung tinggi bagi ummat islam.

Adegan selanjutnya pengantin baru nampak perbincangan dengan mengawali saling menawarkan siapa dahu berbicara, maka sang suami mengala dan memberika waktu kepada istrinya yang mengabarkan tentan kehamilan denga sedikit bumbu yg diarahkan kepada pengguna narkoba. Lalu ketika sang suami mengutarakan maksudnya untuk merantau ke Jakarta kondisi istrinya pun tidak menjadi pertimbangan.lalu out stake.

Adegan selanjutnya hanya sekedar sisipan yang berkenaaan dengan budaya ngrumpi ibu-ibu dengan kondisi sang istri yang ditinggal sudah hamil tua lalu sedikit kekacauan, maka datanglah sang ustad melerai dan mengajak kepengajian..lalu out stake.

Adegan selanjutnya seorang perempuan kaya kecurian yang bertemu dengan suami dan meminta tolong, dan dapat dipastikan iapun menolong dengan mengejar pencuri dan mengembalikan barang curian itu ke pemiliknya danterjalinlah hubungan diantara mereka.. lalu out stake.

Adegan selanjutnya tersaji dengan istri yang sudah melahirkan dengan tampil dua anak yang tidak sama besarnya. Tidak jelas bagi kami apakah anak itu kembar atau seperti apa karena tidak ada penjelasan dalam dialog maupun slaid, sehingga penokohon sangatlah lemah dalam menampilkan aktor.
Lalu kedua anak itu memaksa ibunya untuk berangkat ke Jakarta untuk mencari ayahnya. Dan diakhir dengan pertemuan yang dapat ditebak, yaitu ssat bermesraan dengan gadis pengusaha dan percekcokan antara suami istri dan gadis pengusaha itu-pun terjadi. Awalnya sang anak menolak ayahnya karena menyakiti ibunya, namun setelah ia bersimpuh ke kaki istrinya, maka anakpun memohon kepada ibunya agar mengampuni ayah mereka.
Proses itu begitu cepat sehingga  kami berpendapat sutrada mengabaikan proses dan sehingga tidak
Tergambar bagi kami dari sebuah rasa yang mengara pada perubahan karakter dari menolak menjadi menerima.

Dari semua pertunjukan kami memberi apresiasi yang cukup,segai awal dari sebuah kebangkitan berekspresi dan tentu kami berharap kedepan ada forum untuk mendiskusikan keberlansungan berkesenian di barru.

SELAMAT>>
SALAM CINTA
SALM BUDAYA.


Namun sesuatu yang menggugah bagi kami ketika saudara Muhaemin membacakan Puisi Kerinduan dari seorang adinda yang aktor kebanggan kami waktu di Sanggar Seni SEMUT’R  (Adifadli Hasman)
Yang meninggal dunia saat kecelakaan di depan pompa bensin lipukasi Tanete Rilau. Puisi yang di ciptakan sendiri saudaraku Muhaemin.
Bravo untuk adinda Muhaemin
Salam >>>
Salm cinta

Salam Budaya.

CATATAN PERLOMBAAN PANTOMIM PADA PLS2N DI KABUPATEN BARRU

CATATAN PERLOMBAAN PANTOMIM PADA PLS2N DI KABUPATEN BARRU
Mala ke-4 lomba pada PLS2N semalam menampil dua macam lomba yaitu Pantomin di tingkat SD yang diikuti 7 kecamatan, dan Musik tradisional di tingkat SMP yang diikuti 2 SMP. Dan diakhir perlombaan  masing-masing dari tiem juri memberikan catatan dari beberapa penampilan dengan maksukd agar menjadi rujukan untuk perbaikan kedepan.
Kami sangat mengapresiasi sikap tiem juri yang mencoba menjelaskan utamanya pada cabang lomba pantomim,semoga menjadi pelajaran bagi para eksplotor dan pelatih pantomim disekolah-sekolah dan saya harus mengakui bahwa sikap juri dalam menghadirkan karya yang originil (dengan membuka  Youtube pada saat lomba ), sehingga tersaksikan mana pementasan yang sifatnya ciplakan bahkan bersifat copy paste dari apa yang sudah ada sangat jelas. Namun dengan menonton youtube disaat lomba tentu akan menghadirkan kontrofesi untamanya bagaimana menghadirkan penilain yang universal dan obyektif. Saya pastikan ada beberapa adegan yang terlewatkan ketika kita melakukan hal itu utamanya pada karya original yang tidak ada sebelumnya sementara tiem juri sibuk mencari di youtube.
Pada dasarnya Pantomim (Bahasa Latin: pantomimus, meniru segala sesuatu) adalah suatu pertunjukan teater yang menggunakan isyarat, dalam bentuk mimik wajah atau gerak tubuh, sebagai dialog. Jenis pertunjukan ini telah dikenal sejak zaman Romawi Kuno dan sering digunakan dalam ritus keagamaan dengan cerita umumnya seputar mitologi Yunani. Pantomim kembali populer pada abad ke-16 dengan berkembangnya Commedia dell'arte di Italia yang membawa pantomim pada bentuknya yang sekarang yang mengutamakan pada lakon komedi (Ensiklopedia Nasional Indonesia, Buku 12, Jakarta, 1990)
Maka dalam dunia pantomim ada sebuah kesepakatan yang mendunia bahwa pantomim (mime dalam bahasa Ingris) adalah teater yang menggunakan gerak dan mimik sebagai pengganti bahasa verbal. Adapun musik dan make up adalah pendukung yang penting untuk menciptakan atmosfir suasana dan peran dalam pantomim.
Jadi apa yang disampaikan tiem juri semalam membuka ruang perdebatan termasuk ketika mengomentari pertunjukan dari SD Kecamatan Barru dengan temah mencari Ikan, dengan mengawali kutipan dalam sinopsis cerita yang dibacakan oleh ibu Dian “ apakah cara mereka menangkap ikan dibolehkan..’. Lalu dalam sesi pertunjukan kita saksikan Aktor I menyalakan api dan membakar bom dan melemparnya ke laut dan meledak namun aktor-2 memberi isyarat itu tidak benar sehingga ia mengambil bom kedua lalu menelanya sehingga meledak menjadi kentut. Lalu aktor 1 lagi mengambil bom ke-3 dan menyalakannya dan ketika hendak melemparkan, aktor 2 menggagalkannya dengan merampas dari tangan aktor 1 lalu menelanya kembali dan lagi lagi berubah kentut.
Bagi saya pesan ini sangat jelas, PERTAMA  bagaimana mungkin kita bisa tahu ini bom kalau sekiranya bom pertama tidak diledakkan. KEDUA sang pelatih ingin memberikan pesan kepada kita yang menonton bahwa pengeboman itu itu dilarang dengan peran aktor ke dua yang senantiasa mau menggagalkan pengeboman. KETIGA bahkan dengan tegas menilai orang yang mengebom ikan sama dengan kentut dengan bahasa keseharian kita Engka ETTU MUALA.
Pertunjukan SD Kecamatan Barru sesungguhnya menyuguhkan perbandingan dua alat tangkap ikan yang boleh dan tidak sehingga harus dinilai secara utuh.
Semua yang kami sampaikan di atas adalah aspek naratif. Maka kembali pada pemahaman kita tentang pantomim yang dari awal kami sampaikan bahwa ini pertunjukan yang mengacu pada GERAK dan MIMIK, maka para juri juga mesti tahu apa-apa yang perlu dihindari dalam berpantomim (Silahkan nonton Tutorial Septian Dwi cahyo edisi 3 tentang olah tubuh) dan mohon maaf itu yang banyak dipertontonkan oleh juara I dari SD Kecamatan Malusetasi.(Mari kita sama-sama membuka rekamannya)
Dan sebenarnya masih banyak catatan kami dalam hal ini. Insya kami sambung nanti sebagai sumbang saran. Karena tiem juri sudah menggunakan haknya untuk menyampaikan kepada kita di acara semalam dan kami juga menggunakan hak kami di Medsos ini.
Yang terkhir .. alangkah baiknya setian akhir pertunjukan pantomim ada aspek penilaian AKSI REAKSI dari tiem juri dengan dua sasaran
1.    Sasaran peserta dan penonton sebagai pembelajaran Pantomim
2.    Profesinalisme tiem juri dalam memahami pantomim.



LOGIKA PANTOMIM YANG DIPERDEBATKAN (Tanggapan tulisan Badaruddin Amir)

LOGIKA PANTOMIM YANG DIPERDEBATKAN
(Tanggapan tulisan Badaruddin Amir)

Sangat menarik tulisan bapak Badaruddin Amir ( Selanjutnya saya singkat –BA)-seorang teman saya, -sastrawan dan penulis cerpen-- yang dimuat di dinding medsos yang berjudul “DALAM PANTOMIM PUN ADA LOGIKA”. Tulisan ini saya maknai tiga makna. Pertama –BA melakukan upaya penguatan argumen bahwa apa yang dilakuan tiem Juri Pantomim pada PLS2N kemarin sudah benar berdasarkan tinjauan akademik dan kreteria penilaian. Kedua Testimoni tiem Juri pada akhir pertandingan kemarin adalah tidak bersifat rekomendasi untuk menentukan pemenang. Ketiga mempertegas pendapat saya bahwa pak-BA mengukur karya pantomin sebagai mana layaknya sebuah cerpen atau karya sastra lain, tapi tidak dalam bentuk pertunjukan pantomim. Coba kita lihat kutipan beliau
... Susah payah saya membayangkan bagaimana sebuah plot cerita yang dari awal berjalan secara konvensional, tiba-tiba menjadi menjadi sebuah cerita absurd dan melawan logika yang sungguh-sungguh tak dapat diapresiasi oleh anak-anak seumur SD yang melakonkannya, kecuali jika ia memang dimaksudkan sebagai sebuah lawakan. Anak-anak bolehlah tertawa jikapun mereka menangkap adegan konyol itu, tapi apresiasi orang dewasa terus saja memancarkan penolakan karena telah merusak logika. Lain soal jika dari awal bertuk pertunjukan itu memang bergenre absurd seperti yang sering dipentaskan oleh teater yang dipimpin oleh SRAA.
Strong point pertama  kita kembali kepada pengertian pantomim sehingga dapat kita membedakan cara pandang kita denga cabang seni lain,
Pantomim adalah seni pertunjukan yang memvisualisasikan suatu objek atau benda tanpa menggunakan kata-kata, namun menggunakan gerakan tubuh dan mimik wajah. Bahkan pantomime memvisualisasikan rasa dengan gerakan tubuh dan mimiknya. Pantomim merupakan pertunjukan yang tidak menggunakan bahasa verbal. Istilah pantomim berasal dari bahasa Yunani yang artinya serba isyarat. Berarti secara etimologis, pertunjukan pantomim yang dikenal sampai sekarang itu adalah sebuah pertunjukan yang tidak menggunakan bahasa verbal. Pertunjukan itu bahkan bisa sepenuhnya tanpa suara apa-apa. (sumber teater-tari.blogspot.com) 
Pantomim (Bahasa Latin: pantomimus, meniru segala sesuatu) adalah suatu pertunjukan teater yang menggunakan isyarat, dalam bentuk mimik wajah atau gerak tubuh, sebagai dialog. Jenis pertunjukan ini telah dikenal sejak zaman Romawi Kuno dan sering digunakan dalam ritus keagamaan dengan cerita umumnya seputar mitologi Yunani. Pantomim kembali populer pada abad ke-16dengan berkembangnya Commedia dell'arte di Italia yang membawa pantomim pada bentuknya yang sekarang yang mengutamakan pada lakon komedi
(Ensiklopedia Nasional Indonesia, Buku 12, Jakarta, 1990)
Strong point kedua mengukur logika anak dengan pantomim (Maaf)  ala-BA merupakan pandangan penjurian yang tidak mendudukan pantomim sebagai pertujukan pantomim. Tetapi lebih pada pertunjukan socio drama niir kata.
Yang saya ingin tegaskan bahwa dalam pantomim dari mulai lahirnya sampai sekarang dengan perkembangan yang pesat sehingga membentuk aliran –aliran  . Katakan saja beberapa pemain pantomin dunia seperti Tyson Eberly yg lebih bebas tanpa menggunakan make up bahkan musik sekali2 dengan membangun cerita sendiri, Carlos Martines yang menguatkan pada ide certa namun lebih pada memerankan semua pelaku certa hanya dengan bergeser dari posisi satu dengan posisi yang lain, Edwar Grigorin dll. Namun dalam pantomim ada 3 hal yang tidak pernah berubah
Pertama unsur gerak yang mewakili bahasa bahkan rasa, kedua mimik sehingga para aktor pantomim cenderung mempoles dengan make up untuk mewakili hal itu. Dan yang ketiga kelucuan atau komedian.
Jika pertanyaan sadaraku-BA susah payah membayangkan hal itu, maka merupan pertanyaan penolakan terhadap keseluruhan pantomim yang bagaimana mungkin tangan bisa jadi pistol lalu bisa melempar blangkon lawan pewan dari Septian dwi Cahyo pada adagan MENJADI NYATA dan seluruh bentuk pertunjukan dari MIME di eropa yang diperuntukan untuk anak-anak dan masih banyak lagi catatan lainnya.






KEBAHAGIAN ORANG YANG BERPUASA

KEBAHAGIAN ORANG YANG BERPUASA
Alhamdulillahi ladzi ja’ala syarur Ramadhana sayyidus Syuhur, Wassalatu wassalamu ‘ala syafi’ina, wamaulana wagudwatuna Muhammad, wa alaa alihi washahbihi ajmain. Amma ba’ad.
Bapak/ ibu yang dirahmati Allah SWt, ada 2 kebahagian orang yang berpuasa berdasarkan hadit qudsi
للصائم فرحتان، فرحة عند فطره، وفرحة عند لقاء ربه
“Bagi orang yang melaksanakan puasa ada dua kebahagiaan; kebahagiaan ketika berbuka, dan kebahagiaan ketika bertemu dengan Rabbnya.” (muttafaq ‘alaihi)
1.      Kebahagian ketika ia berbuka (Ifthar = dapat juga diartikan ketika ber idhul fitri)
Orang yang berpuasa setelah menahan segala yang membatalkan puasa walau pada hakekatnya perkara itu dihalalkan diluar bulan ramadhan seperti makan dan minum dan lain-lain, maka ia dapat menikmatinya kembali dengan segala rasa syukur atas segala nikmat dari Allah.
Kebahagian itu nampak jelas tatkala berkumpul bersama keluarga, sanak saudara menikmati hidangan buka puasa. Kenikmatannya, kesyahduannya akan terasa hingga menumbuhkan rasa cinta antara mereka dan akan menjadi perekat rindu diantara keluarga. Bila mana mereka berjauhan tiada yang dapat merka ingat selalu di bulan rmadhan kecuali kerinduan untuk berbuka bersama keluarga yang tercinta.
Maka yuakinlah kenikmatan berpyuasa seperti ini tidak pernah kita temukan di manapun kita berada. Mungkin diantara ada yang terpisah dari keluarga mereka, entah itu karena tugas belajar,  tugas negara, atau yang berkaitan dengan pekerjaan dan mungkin juga karena musibah kematian dan lain2. Maka tanyakan kepada mereka apa yang mereka rindukan pada saat ramadhan seperti ini!! Maka yakinlah mereka pasti berkata “ Aku rindu berbuka bersama keluarga yang tercinta”.
Inilah kebahadian di dunia... Syaikhul Islam –rahimahullah– berkata,
إن في الدنيا جنة، من لم يدخلها لا يدخل جنة الآخرة
“Sesungguhnya di dunia terdapat surga, barangsiapa yang tidak memasukinya, ia tidak akan memasuki surga akhirat”.

Bapak/ ibu yang dirahmati Allah
2.      Kebahagian bertemu dengan Allah adalah merupakan bebahagian di akhirat.

Pertemuan dengan Allah adalah keniscayaan hidup yang diyakini oleh orang-orang yang beriman. Allah berfirman (yang artinya),
“Wahai manusia, sesungguhnya engkau bekerja keras menuju Tuhanmu, maka engkau akan menemuinya.” (QS. Al Insyiqaq [84]: 6)
Saat seluruh manusia bertemu dengan Allah, mereka terbagi menjadi dua golongan. Ada yang sengsara, dan ada yang berbahagia.
“Dan diantara mereka ada yang sengsara dan (ada yang) bahagia” (QS. Hud: 105)
Orang-orang yang kelak menghadap Allah dengan membawa tauhid, iman, islam, ketaatan, amal shaleh dan hati yang selamat, ia akan mendapat kebahagiaan dan pahala yang tidak akan pernah putus.
“Kecuali orang-orang yang beriman dan beramal shaleh, bagi mereka pahala yang tidak pernah terputus.”(QS. At-Tin [95]: 6)
Adapun orang-orang yang menghadap Allah dengan membawa kesyirikan, kekufuran, kemaksiatan dan dosa, maka ia akan mendapat kesengsaraan dan berarti telah merugikan dirinya sendiri.
“Katakanlah: “Sesungguhnya orang-orang yang rugi ialah orang-orang yang merugikan diri mereka sendiri dan keluarganya pada hari kiamat”. ingatlah yang demikian itu adalah kerugian yang nyata. Bagi mereka lapisan-lapisan dari api di atas mereka dan di bawah merekapun lapisan-lapisan (dari api). Demikianlah Allah mempertakuti hamba-hamba-Nya dengan azab itu. Maka bertakwalah kepada-Ku Hai hamba-hamba-Ku.”(QS. Az Zumar [39]: 15-16)
Tidak hanya itu, orang-orang beriman kelak juga berbahagia saat melihat wajah Tuhannya. Dan ini adalah kenikmatan tertinggi di akhirat. Wajah mereka berseri-seri melihat kepada Tuhannya.
“Wajah-wajah (orang-orang mukmin) pada hari itu berseri-seri. Kepada Tuhannyalah mereka Melihat.”(QS. Al Qiyamah [75]: 22-23)
Mudah-mudahan dengan keberkahan ibadah puasa Ramadhan tahun ini kita dapat meraih kebahagian yang hakiki, kebahagian hidup dalam ketaatan kepada Allah di dunia, begitu juga kebahagian abadi di akhirat saat bertemu dengan Rabbul ‘aalamin. Amin.