PANTAI DONGKO
KARYA : RUSLAN SYEH
ABDULLAH
Di pantai Dongko nanar menatap pagi
Saat mentari berangsut naik melintasi ubun-ubun
Dan mata buram mengukir sketsa kenagan
Dalam sejuta tanya tersibak dalam dada
Adakah ombak memberi pesan kepada pantai?
Yang dulu rindang dengan pohon-pohon ketapang berjejer
Atau angin membisikan mimpi pada nyiur yang melambai
Yang kini pupus tergadai anak negeri
Sementara bulir-bulir pasir terhampar
Dan rerumputan sujud –ruku terpa badai
Tuhan..
Biarlah ini hanya sekedar mimpi
Barru, 15 Januari
2015
RERUMPUTAN RUKU- SUJUD
Karya : Ruslan Syeh Abdullah
Fajar
memberi harapan cahaya
Dirimbunan
semak tempat embun pagi bertahta
Hilangkan
gaduh kedinginan subuh
Yang
mengekang hasrat untuk telelap dalam mimpi-mimpi semalam
Atau kesetukan
di arena cengrama tak usai
Menyisahkan
kepenatan disepanjang usia
Dalam hinar
binar harapan yang mengelantung di lagit berkabut.
Wahai sang
mentari
Terbitlah
dibalik gunung Tompotille
Lelehkan
kebekuan awan sukma
Agar berubah
jadi badai dan petir yang mengelegar
Hingga hujan
membasahi padang tandus
Tumbuhkan
bebagai macam rupa warna bunga
Dan keharuman
semerbak seperti rinduku
Yang kutitip lewat angin yang berhembus
Dan
gemerincik air mengalir diantara bebatuan.
Dan
saksikanlah
Rerumputan
ruku- sujud diterpa angin
Dan air
menyapa dengan kesejukan mesra
Meberi hidup
diantara tebing dan cadas
Dengan aroma
alam semerbak
Damai
Damai
Damai
Barru, 19 Desember 2015
PUISI BONGKAHAN BATU
Karya: Ruslan Syeh Abdullah
Di sela
bongkahan batu
Hadirkan asa
yang terpendam
Lalu kurajut
melewati lintasan kenangan
Hingga
kutemukan makna keindahan yang tersimpan di balik kepedihan
Mengurai
serpihan demi serpihan
Kugemgam serpihan
ini
Dan Ku-asa
seperti badik yang terhunus
Agar dapat
menjangkau ketajaman mata hati
Dengan
kemilau pancarkan kemewahan
Agar dapat
berdandan sebagai lelaki bugis
Dalam pesta
di sao Raja
Lalu
kusimpan dalam katung kemulian
Bersama
permata berkilau dari negeri seberang
Agar
tersaksikan
Asa lahir
dari mana saja engkau mau.
Barru, 6
Februari 2015
LELAKI
BONGKAHAN BATU
Karya :
Ruslan syeh Abdullah
Aku bertanya
tentang lelaki
Engkau beri
aku bongkahan batu
Lalu engkau
berkata
“Pandanglah
dari sudut mana saja yang engkau bisa!”
Aku tak
mengerti..
Lalu..
Engkau
tersenyum dan berkata
Biarkan
batu ini bicara padamu
Dengan
berjuta bahasa dalam keheningan.
Lihatlah ..
Keperkasaan
dan keteguhan menghiasi seluruh kenberadaanya
Hingga
menjadi yang berarti pada segala yang kokoh
Hiasan
segala keindahan
Dan kemulian
dan kemegahan
Sebagia dari
serpihannya.
Lalu
Cinta hanya
kepada yang dapat merekatkan dengan kepingan-kepingan yang lain
Hingga
terbangun mahligai
Diatas tanah
hati yang lapang
Berwarnakan
pernik kehidupan disetiap masa.
Barru, 8
Pebruari 2015